RIBUAN botol plastik hijau itu bergerak dalam irama teratur di atas jalur roda berjalan. Lalu, plop, plop, plop: letupan mesin memasangkan plastik kemasan ke satu per satu botol yang berisi teh amat panas. Antrean lantas menjalar ke mesin berikut yang memasangkan tutup botol. Dari sini jalur roda bergerak lagi menuju pengemasan akhir. Maka jadilah teh botol merek Joy Tea Green, yang siap dikirim ke jutaan konsumen di seluruh Indonesia serta mancanegara. Ilustrasi kecil di atas melukiskan satu rantai kecil di lini produksi PT Sinar Sosro, raksasa teh siap minum buatan Indonesia. Satu ikon Sosro yang luas dikenal adalah Teh Botol Sosro. Joy Tea Green, yang dirilis dua tahun lalu, pun telah menjadi salah satu produk unggulan Sinar Sosro. ”Sudah punya pasar sendiri,” ujar Joseph Soewito Sosrodjojo. Joseph, 43 tahun, adalah generasi ketiga Sosrodjojo—kini Presiden Direktur PT Sinar Sosro. Dia menerima Tempo di pabrik teh Sosro di Jalan Cakung, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 10 September lalu. Joseph menuturkan ihwal kakeknya, Sosrodjojo, yang membangun cikalbakal minuman ini di Slawi, Jawa Tengah, pada 1940. Juga tentang jatuh-bangunnya usaha keluarga mereka. Kini, dalam usia hampir tujuh dekade, Sinar Sosro tampaknya kian bersinar. Varian produknya tumbuh dari minuman teh seperti STee, Fruit Tea, TEBS, Joy Tea Green, dan merambah ke produk minuman non-teh, umpamanya air mineral Prim-A, Happy Jus, dan Country Choice. Menurut Joseph, mereka berupaya mengeksplorasi tren minuman untuk tiap generasi—sebagai salah satu strategi bisnis. ”Ketika penggemar teh rasa buah muncul, kami meresponsnya dengan Fruit Tea mulai 1997,” tuturnya. Tapi tulang punggung perusahaan tetaplah Teh Botol Sosro—keputusan yang bukan tanpa alasan. Riset media Nielsen mencatat, Teh Botol Sosro menguasai 70 persen pasar minuman nasional. ”Angka ini stabil sejak lima tahun lalu,” kata Joseph. Direktur Riset Jasa Retail Nielsen, Yongky Surya Susilo, menyebutkan bahwa pasar teh siap minum nasional selama Januari-September tahun lalu mencapai Rp 17,14 miliar, atau tumbuh 27,7 persen dibanding periode yang sama pada 2007. Indikasi lain adalah belanja iklan produk teh. Selama Januari-Juli 2009, iklan produk teh mencapai Rp 52,1 miliar, naik 52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Omzet penjualan Sinar Sosro pada periode 2008 mencapai Rp 1,8 triliun—Rp 9 miliar berasal dari nilai ekspor. Sosro memang bertahan memimpin pasar di tengah persaingan ketat. Posisi Teh Botol Sosro yang terus bertahan di peringkat pertama penjualan tak bisa dipisahkan dari fi losofi produk Sosro, yaitu Niat Baik. Sosrodjojo melahirkan fi losofi ini dengan tujuan menghasilkan minuman yang aman bagi kesehatan serta ramah lingkungan. Seluruh produk Sosro tak memakai zat pewarna, bahan pengawet, serta pemanis buatan. Hanya gula pasir dan daun teh hijau hasil racikan PT Gunung Slamat—anak usaha Holding Rekso yang berfokus pada lini produksi teh kering siap saji—dari perkebunan Cianjur, Garut, Pangalengan, dan Tasikmalaya. Soegiharto Sosrodjojo, ayah Joseph, hingga kini masih turun tangan menguji racikan daun teh di Slawi. Ketatnya uji mutu itu untuk memastikan rasa Teh Botol Sosro—muncul pertama pada 1974—tak berubah. Jaringan distribusi adalah kekuatan lain Sinar Sosro. Kini seluruh pelosok Indonesia akrab dengan Teh Botol Sosro. Ketua Asosiasi Minuman Ringan Suroso Natakusumah menilai masifnya jaringan Sosro hingga ke pelosok daerah membuat Teh Botol Sosro sulit tersaingi. Harga adalah faktor berikutnya. ”Orang tua dan om-om saya bilang, jual teh jangan lebih mahal dari ongkos parkir. Harga segitu yang dapat dijangkau konsumen,” kata Joseph. Dia menambahkan, kini target mereka lebih mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik ketimbang memperluas pasar domestik. |
Minggu, 31 Maret 2013
Teh Cap Botol [1940], Bisnis keluarga yang tetap subur hingga generasi ketiga. Cerdas mengantisipasi pasar di tengah persaingan yang kian ketat.
Log Book: Minggu, 31 Maret 2013
Kegiatan :
Setelah hari Jumat kita mendapatkan barang barang baru yang melengkapi produk kita secara menyeluruh, kemudian kita memasarkannya melalui media sosial, kita mencondongkan harga yang relatif murah dari yang lainnya, dengan tujuan untuk mendapat perhatian dari banyak konsumen.
Masalah :
Namun dilain hal sebagian konsumen merasa kurang percaya dengan kami karena harga yang dipatok jauh lebih murah dari harga toko yang ada di pasaran sehingga mereka terkadang meminta bukti gambar .
Solusi :
Kita menjelaskan secara terperinci mengapa harga produk kita jauh lebih murah dari toko , dan tentunya tidak menjelaskan apa yang dirahasiakan perusahaan. Dan kita menjelaskannya dengan dibantu oleh gambar barangnya juga.
Setelah hari Jumat kita mendapatkan barang barang baru yang melengkapi produk kita secara menyeluruh, kemudian kita memasarkannya melalui media sosial, kita mencondongkan harga yang relatif murah dari yang lainnya, dengan tujuan untuk mendapat perhatian dari banyak konsumen.
Masalah :
Namun dilain hal sebagian konsumen merasa kurang percaya dengan kami karena harga yang dipatok jauh lebih murah dari harga toko yang ada di pasaran sehingga mereka terkadang meminta bukti gambar .
Solusi :
Kita menjelaskan secara terperinci mengapa harga produk kita jauh lebih murah dari toko , dan tentunya tidak menjelaskan apa yang dirahasiakan perusahaan. Dan kita menjelaskannya dengan dibantu oleh gambar barangnya juga.
Jumat, 29 Maret 2013
Persiapkan Generasi Penerus yang Berkualitas
Pendidikan merupakan bekal hidup yang tak ternilai dan tak kekang dimakan oleh waktu. Sebagai salah satu perusahaan minum terbesar di Indonesia, PT Sinar Sosro mengerti betapa pentingnya pendidikan bagi generasi muda penerus bangsa.
Sebagai rangkaian pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) di sektor pendidikan, PT Sinar Sosro telah menyelesaikan seluruh tahapan program. Program Sekolah Sehat Sosro didirikan, dilaksanakan dan dilandasi dengan filosofi bisnis PT Sinar Sosro, yaitu niat baik, yang tercermin dalam setiap produknya yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, PT Sinar Sosro senantiasa menerapkan prinsip 3K RL, yaitu peduli pada kualitas, keamanan, kesehatan dan ramah lingkungan pada kesehariannya.
Program Sekolah Sehat Sosro merupakan program pembentukan sistem pengelolaan sekolah yang menjamin terwujudnya kualitas sekolah yang bersih, hijau, hemat, kreatif, aman, damai dan berkelanjutan. Tentunya ketujuh prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi acuan pola pikir, sikap dan juga tindak bagi semua pihak sekolah.
Penerapan program pendidikan ini dilakukan dalam 5 tahap, yaitu membangun visi Sekolah Sehat Sosro, membangun komitmen komunitas sekolah melalui workshop, penguatan komitmen, perencanaan juga tidak lanjut program Sekolah Sehat Sosro, membangun sistem serta jaringan sekolah dan membentuk sekolah inti sebagai pusat pembelajaran Sekolah Sehat Sosro.
Penerapan program pendidikan ini dilakukan dalam 5 tahap, yaitu membangun visi Sekolah Sehat Sosro, membangun komitmen komunitas sekolah melalui workshop, penguatan komitmen, perencanaan juga tidak lanjut program Sekolah Sehat Sosro, membangun sistem serta jaringan sekolah dan membentuk sekolah inti sebagai pusat pembelajaran Sekolah Sehat Sosro.
Sekolah Sehat Sosro yang diresmikan pada tanggal 22 September 2011 ini merupakan wujud kepedulian PT Sinar Sosro bersama Kemendikbud terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Seperti yang diungkapkan langsung oleh Presiden Direktur PT Sinar Sosro, Joseph S. Sosrodjojo, ”PT Sinar Sosro, melalui program CSR, memulai secara bersama-sama dengan Kemendikbud dan pihak-pihak yang peduli untuk melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada peserta didik dan pengelola pendidikan tentang pentingnya perilaku, pola pikir serta pola tindak hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kami berharap lewat program ini akan tercapai kualitas SDM Indonesia yang lebih baik dan tentunya bagi sekolah terbaik program ini yang mendapat penghargaan diharapkan mampu menjadi sekolah model yang dapat memberikan pengaruh positif bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya .”
LogBook: Jumat, 29 Maret 2013
Kegiatan :
Hari ini kita mendapatkan produk baru dari gitar, bass dan alat recording. Kami mendapatkannya melalui penjual biola pada waktu bertemu kemarin, dia menawarkan produk - produk ini dengan harga yang murah , untuk itulah kita menyetujui dalam penawaran ini.
Masalah :
Kami belum mengetahui kualitas dari produk - produk tersebut, dari soal harga memang murah, namun kualitas belum bisa kita prediksi 100%
Solusi :
Kita akan melihat dulu barang yang dia tawarkan ini dengan mencoba 1 barang dari pabriknya nanti untuk menilai kualitasnya.
Hari ini kita mendapatkan produk baru dari gitar, bass dan alat recording. Kami mendapatkannya melalui penjual biola pada waktu bertemu kemarin, dia menawarkan produk - produk ini dengan harga yang murah , untuk itulah kita menyetujui dalam penawaran ini.
Masalah :
Kami belum mengetahui kualitas dari produk - produk tersebut, dari soal harga memang murah, namun kualitas belum bisa kita prediksi 100%
Solusi :
Kita akan melihat dulu barang yang dia tawarkan ini dengan mencoba 1 barang dari pabriknya nanti untuk menilai kualitasnya.
Kamis, 28 Maret 2013
Log Book: Kamis, 28 Maret 2013
Kegiatan :
Hari ini kami mendapatkan kepastian mengenai barang yang kemarin kita tanyakan yaitu biola , kita sudah bisa memesan bilamana sudah ada kepastian dari konsumen yang kemarin mengingiinkan
Masalah :
Konsumen yang kemarin menginginkan sulit dihubungi, alhasil kita tidak bisa mendapatkan kepastian , padahal bila sudah ada kepastian dan deal, barang sudah bisa diambil dihari Sabtu atau Minggu.
Solusi :
Akhirnya kita menawarkan juga secara meluas untuk mendapat pelanggan yang baru, dengan tujuan untuk mendapatkan konsumen yang lebih pasti.
Hari ini kami mendapatkan kepastian mengenai barang yang kemarin kita tanyakan yaitu biola , kita sudah bisa memesan bilamana sudah ada kepastian dari konsumen yang kemarin mengingiinkan
Masalah :
Konsumen yang kemarin menginginkan sulit dihubungi, alhasil kita tidak bisa mendapatkan kepastian , padahal bila sudah ada kepastian dan deal, barang sudah bisa diambil dihari Sabtu atau Minggu.
Solusi :
Akhirnya kita menawarkan juga secara meluas untuk mendapat pelanggan yang baru, dengan tujuan untuk mendapatkan konsumen yang lebih pasti.
Joseph Sosrodjojo - Teh Botol Sosro
Jangan pernah patah arang dalam mengedukasi pasar. Dengan begitu kita dapat mengetahui bagaimana pasar kita. (contohnya terlihat bagaimana sosro dapat menciptakan inovasi produk minuman teh untuk tiap generasi)
Salah satu kunci sukses adalah dengan sangat hati-hati melakukan sesuatu, tetapi cukup berani mengambil momentum. Misalnya, saat pertama kali teh dimasukkan dalam botol di mana saat itu belum ada perusahaan yang berani. Di balik grup yang tenang, ada inovasi yang dahsyat.
Log Book: Rabu, 27 Maret 2013
Masalah :Namun permasalahannya kita kesulitan menghubungi secara langsung ataupun tidak langsung kepada pemilik barang tersebut, jadi kita tidak bisa langsung menghold barang tersebut kepada pemilik maupun konfirmasi kepada konsumen.
Solusi :Selagi kita menunggu konfirmasi dari si pemilik barang, kita juga mencari lagi barang yang kita inginkan itu ke tempat lain yang lebih mudah untuk dihubungi, sehingga konsumen pun tidak terlalu lama menunggu.
Langganan:
Postingan (Atom)